Bestprofit (10/10) - Pemerintah Cina sedang merencanakan pembatasan visa lebih ketat bagi warga negara Amerika Serikat yang memiliki hubungan dengan kelompok anti-Cina, menurut sumber yang mengetahui rencana pembatasan tersebut pasca pengumuman pembatasan visa AS terhadap warga negara Cina.
Menurut berita yang dilansir Reuters Rabu (09/10), Kementerian Keamanan Publik Cina telah menyiapkan peraturan perjalanan ke Cina selama berbulan-bulan untuk membatasi siapa pun yang dipekerjakan atau disponsori oleh badan intelijen AS dan kelompok hak asasi manusia.
Perubahan yang diajukan itu menyusul aturan penerbitan visa yang lebih ketat bagi para mahasiswa Cina pada bulan Mei.
SEmentara Pembatasan visa baru yang diumumkan Pemerintah AS Selasa (08/10) kemarin telah menjadi pemicu pembatasan baru oleh Cina, salah satu sumber mengatakan. Pembatasan visa AS ini berlaku bagi para pejabat pemerintah Cina dan Partai Komunis yang diyakini Amerika Serikat bertanggung jawab atas penahanan atau pelanggaran hak minoritas Muslim
"Ini bukan sesuatu yang ingin kita lakukan tetapi tampaknya kita tidak mempunyai pilihan," sebut sumber itu.
Persaingan antara Amerika Serikat dan Cina dipicu oleh berbagai masalah termasuk kompetisi di bidang komersial, hak asasi manusia dan kekhawatiran soal keamanan.
Amerika Serikat mengambil langkah besar dalam menghadapi Cina pada bulan Mei ketika memasukkan raksasa teknologi Cina yakni Huawei Technologies Co dan 70 afiliasi perusahaan ke dalam ‘Entity List’. Daftar ini mengungkap pelarangan bagi perusahaan Cina memperoleh komponen dan teknologi dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah Amerika Serikat.
Amerika Serikat mencurigai perangkat produksi Huawei bisa digunakan Beijing untuk melakukan aksi spionase dan ini telah berulang kali dibantah perusahaan Cina itu.
PT BEST PROFIT FUTURES
sumber : Investing


No comments:
Post a Comment