Bestprofit (01/11) - Bursa saham di AS berbalik melemah Jumat (01/11) pagi karena kekhawatiran perdagangan dan ekonomi kembali muncul di pasar sehari setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menggambarkan kondisi ekonomi domestik yang baik di Amerika Serikat.
Dow Jones industrial turun 0,52%. S&P 500 melemah 0,3% dan indeks Nasdaq Composite berkurang sebesar 0,14%.
Dow bergerak turun karena pelemahan yang terjadi di saham Walgreens Boots Alliance (NASDAQ:WBA), 3M Company (NYSE:MMM), Caterpillar (NYSE:CAT) dan Boeing (NYSE:BA). Boeing jatuh 1,8% akibat kontroversi lanjutan atas pengembangan pesawat 737 Max dan kemerosotan ini mengurangi 40 poin dari Dow.
Apple (NASDAQ:AAPL) melonjak sebesar 2,1% setelah melaporkan kinerja kuartal keempat fiskal yang lebih baik dari perkiraan. Apple juga memimpin pergerakan saham-saham di Dow dan menambahkan lebih dari 33 poin. Apple juga menyumbang 13,4 poin pada indeks Nasdaq 100. Indeks ini mengakhiri sesi dengan bergerak mendatar.
Kemerosotan itu dipicu oleh laporan Bloomberg News yang menyebut Cina mungkin menolak menandatangani kesepakatan perdagangan yang komprehensif, sebagian karena para pemimpinnya tidak percaya sifat impulsif Presiden Donald Trump. Dow jatuh sebanyak 268 poin sebelum bargain hunting mulai mengambil posisi dan memotong kerugian Dow hampir setengahnya.
Dalam berita ekonomi, Indeks Manajer Pembelian Chicago turun 43,2 untuk Oktober, level terendah sejak Desember 2015.
Berita tersebut berbeda dari apa yang dijelaskan Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam konferensi persnya pada Kamis pagi setelah The Fed memotong bunga acuan untuk ketiga kalinya tahun ini.
Perekonomian tumbuh dengan stabil, kata Powell, didukung oleh belanja konsumen yang kuat dan pertumbuhan pekerjaan. Tetapi investasi bisnis yang lemah dan kekhawatiran perdagangan memberikan tekanan bagi usaha-usaha, terutama yang bergantung pada pasar ekspor.
Tetapi The Fed mungkin akan menunda pergerakan suku bunga rendah kecuali sesuatu yang buruk menerjang perekonomian domestik.
Hanya dua dari 11 sektor S&P 500 menguat - sektor layanan utilitas dan komunikasi, yang mencakup Facebook (NASDAQ:FB). Sektor yang paling lemah adalah saham-saham industri, bahan dasar, finansial, dan energi.
S&P 500 menyentuh tingkat tertinggi baru selama bulan ini dan mengakhiri bulan Oktober naik sebesar 2,04%. Dow berhasil meraup keuntungan moderat sebesar 0,48%. Nasdaq melonjak 3,66% berkat kenaikan besar dari saham-saham teknologi, termasuk Apple (NASDAQ:AAPL), Facebook (NASDAQ:FB) dan sejumlah saham-saham chip.
Untuk tahun ini, S&P 500 menguat 21,17% dengan Dow naik 15,9%. Nasdaq naik hampir 25% dan Nasdaq 100 meningkat 27,7%. Hasilnya, jika dipertahankan untuk tahun ini, ini akan menjadi yang terbaik sejak tahun 2013, meskipun kinerjanya sebagian besar disebabkan oleh penurunan kuartal keempat tahun lalu.
Minyak mentah melemah sebagian besar karena kekhawatiran perdagangan. Emas berjangka naik $18,10 ke $1514,80 per ons lantaran investor mencari keamanan dari pelemahan saham-saham.
Suku bunga obligasi bergerak turun dengan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun jatuh ke 1,686% dari tingkat hari Rabu pada 1,796%.
Saham Abiomed (NASDAQ:ABMD), perusahaan makanan Kraft Heinz (NASDAQ:NASDAQ:KHC), distributor onderdil LKQ Corporation (NASDAQ:LKQ) (terkenal dengan lini usaha Keystone Automotive) dan produsen onderdil mobil BorgWarner (NYSE:BWA) merupakan saham-saham S&P 500 terbaik sesi tersebut.
Produsen chip Western Digital (NASDAQ:WDC), perusahaan pengolahan air Xylem (NYSE:XYL), perusahaan asuransi Lincoln National (NYSE:LNC) dan perusahaan produk rumah tangga Church & Dwight (NYSE:CHD) masuk ke dalam daftar pemain terlemah S&P 500.
PT BEST PROFIT FUTURES
sumber : Investing


No comments:
Post a Comment