Bestprofit (24/03) - Di tengah perdebatan sengit mengenai paket stimulus besar-besaran untuk menghadapi pandemi virus covid-19, Partai Demokrat di Parlemen AS berencana mendorong penerapan dolar digital untuk merampingkan metode pembayaran bagi warga AS yang ada di luar sistem keuangan konvensional.
Diwartakan Cointelegraph Selasa (24/03) pagi, rancangan undang-undang yang beredar pada 23 Maret mengusulkan pembuatan dompet digital bagi warga AS yang akan dikelola oleh Federal Reserve dalam bagian yang berjudul "Pembayaran Stimulus Langsung untuk Keluarga."
Bagian ini mengajukan pembayaran bulanan $2.000 untuk tiap orang dewasa di AS yang berpenghasilan kurang dari $75.000 per tahunnya dan pembayaran ini dapat berkurang seiring waktu. Bantuan langsung ini akan berlangsung sampai ekonomi pulih.
Kendati menunjukkan adanya opsi pemberian cek, proposal tersebut mengharuskan bank-bank anggota Federal Reserve AS untuk memelihara dompet dolar digital bagi semua klien.
RUU ini sangat besar, dengan semua versi yang masih ada berjumlah lebih dari seribu halaman dan akan menargetkan dana bantuan hingga $1,8 triliun.
Pada 22 dan 23 Maret, Partai Demokrat di Senat AS menolak RUU versi Partai Republik (yang tidak menyebutkan dolar digital). Partai Demokrat mengkritik RUU itu karena mendukung dana talangan bagi pelaku usaha besar dengan mengorbankan warga negara kecil.


No comments:
Post a Comment