Monday, 8 March 2021

Bestprofit - Bursa Asia Melemah Meski Ada Rilis Positif Data China & Kemajuan Stimulus AS

 


Bestprofit - Bursa Asia Melemah Meski Ada Rilis Positif Data China & Kemajuan Stimulus AS PT Bestprofit Futures Pontianak

Bestprofit (08/03) - Bursa saham Asia Pasifik mayoritas beranjak melemah pada Senin (08/03) pagi, bahkan meski ada harapan atas paket stimulus AS senilai $1,9 triliun dan pemulihan ekonomi global dari COVID-19.

Shanghai Composite China turun 0,79% ke 0,793.474,30 pukul 10.24 WIB dan Shenzhen Component jatuh 1,27% ke 14.228,93 menurut data Investing.com.

Data perdagangan yang dirilis sebelumnya menunjukkan ekspor melonjak sebesar 60,6% setahun untuk bulan Februari, impor juga melonjak 22,2% setahun dan trade balance mencapai $103,25 miliar. Semua metrik bertambah dari angka perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com serta angka untuk data bulan Januari.

Sidang tahunan Kongres Rakyat Nasional China yang dibuka pada hari Jumat juga terus berlanjut.

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 0,05% di 6.255,57 pukul 10.38 WIB.

Indeks Hang Seng Hong Kong anjlok 1,68% ke 28.610,75 pukul 10.29 WIB.

Nikkei 225 Jepang turun 0,11% di 28.832,50 jelang pengumuman data PDB akan dirilis pada hari Selasa. Jepang memperpanjang status keadaan daruratnya untuk Tokyo dan prefektur sekitarnya, yang awalnya dijadwalkan berakhir pada 7 Maret, hingga sekitar 21 Maret.

KOSPI di Korea Selatan melemah 0,42% di 3.013,54 dan di Australia, ASX 200 bergerak naik 0,79% di 6.763,50.

Senat Amerika Serikat mengesahkan paket stimulus masif, yang diusulkan oleh Presiden Joe Biden pada awal tahun, pada hari Sabtu silam. Dewan Perwakilan Rakyat AS akan mengesahkan RUU tersebut sebelum hari Selasa dan mendapatkan persetujuan Biden sebelum batas waktu untuk memperbarui program bantuan pengangguran berakhir pada 14 Maret mendatang.

Data pekerjaan AS yang dirilis pada hari Jumat juga terus mempengaruhi pergerakan saham-saham. Gaji pekerja non pertanian untuk Februari diumumkan sebesar 379.000, di atas 182.000 menurut perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com dan pembacaan 166.000 di bulan Januari.

Data yang lebih baik dari perkiraan tersebut dan meningkatnya harapan atas stimulus lanjutan juga mendorong imbal hasil obligasi naik di mana imbal hasil obligasi sepuluh tahun mencapai angka 1,6% pada hari Jumat.

Pada pukul 10.29 WIB, yield obligasi 10 tahun AS kembali melonjak 1,79% ke 1,582 di awal perdagangan Asia Senin (08/03) pagi.

Pergerakan tersebut terus meningkatkan kekhawatiran mengenai risiko inflasi dan menimbulkan pertanyaan tentang valuasi ekuitas. Namun, Federal Reserve pada hari Jumat mengecilkan kebutuhan akan respons kebijakan moneter.

“Jelas dengan langkah-langkah stimulus di tempat, ada beberapa kekhawatiran untuk inflasi, tetapi tidak ada yang menggagalkan prospek ekuitas yang relatif positif pada saat ini,” Rachel Farrell, kepala eksekutif JPMorgan Asset Management di Australia, mengatakan kepada Bloomberg.

Sementara itu, AS akan merilis lebih banyak data ekonomi, yaitu indeks harga konsumen Februari, pada hari Rabu.

Di seberang Atlantik, Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengumumkan kebijakan moneternya ketika menggelar rapat pada hari Kamis.


This image has an empty alt attribute; its file name is QR-BPFNEWS.COM_.png

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures

WWW.BEST-PROFITFUTURES.COM

PT BEST PROFIT FUTURES

Sumber : Investing

No comments:

Post a Comment

Best Profit - Yen Menguat Bitcoin Jatuh, Kemelut Ukraina Bikin Trader Gelisah

  BEST PROFIT -   Yen Menguat Bitcoin Jatuh, Kemelut Ukraina Bikin Trader Gelisah  |   PT BEST PROFIT FUTURES PONTIANAK Bestprofit (18/02) -...