Bestprofit (05/09) - Lonjakan emas menunjukkan sedikit tanda-tanda melambat pada Kamis (05/09) dini hari pasca kemerosotan terkini imbal hasil obligasi pemerintah AS ke tingkat terendah dalam tiga tahun yang memicu investor beralih kepada aset safe haven.
Emas Spot, diperdagangkan pada $1.554,03 per ounce pukul 01.50 WIB dini hari tadi, naik $6,37, atau 0,4%. Bullion sebelumnya mencapai puncak $1.557,09, yang merupakan tingkat tertinggi April 2013.
Emas berjangka untuk penyerahan Desember ditutup naik $4,50, atau sebesar 0,3%, pada $1.560,40 per ons berdasar data divisi Comex di New York Mercantile Exchange (NYMEX). Emas kontrak Desember sebelumnya melaju ke level $1.566,20.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun ditutup pada level 1,459%, yang merupakan tingkat terendah sejak Juli 2016. Imbal hasil obligasi telah turun untuk pekan ini setelah data manufaktur AS mengalami kontraksi pertama kalinya sejak tahun 2016 di tengah kekhawatiran dari pelemahan ekonomi global dan juga ketegangan perdagangan AS-Cina.
Permintaan emas meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan nada ancaman Selasa untuk mengambil sikap "lebih keras" terhadap Beijing jika perselisihan dagang berlanjut hingga ke masa jabatan keduanya sebagai presiden. Trump perlu memenangkan pemilu November 2020 untuk memenuhi ancaman itu.
Emas telah naik lebih dari 20% untuk tahun ini, tetapi reli logam kuning terlihat masih terus berlanjut didorong kekhawatiran seberapa buruk dampak perang dagang akan terjadi, ketidakpastian politik di Inggris dan Eropa, serta potensi resesi dunia yang kian melebar. Dan ada banyak ruang bagi emas untuk reli lebih jauh lagi akibat potensi data ekonomi global yang lemah.
Emas harus naik sekitar 25% untuk mengulangi rekor tertinggi di atas $1.900 yang terjadi pada tahun 2011. Dengan masih ada empat bulan tersisa sebelum akhir tahun, terdapat sedikit kemungkinan harga akan meningkat sebanyak itu. Namun, beberapa buyer emas berspekulasi tahun ini akan menjadi yang fenomenal bagi salah satu aset safe haven ini - artinya segala sesuatu kemungkinan bisa terjadi.
Di kala aset-aset berisiko menderita pukulan dan bank-bank sentral global mengkonfirmasi pergeseran menuju kebijakan moneter yang lebih longgar di bulan Agustus, arus masuk ETF emas naik 101,9 ton, mencapai level tertinggi Februari 2013.
Lonjakan naik tiga bulan berturut-turut itu mendorong keseluruhan aset menjadi 2.453,4 ton pada hari Jumat, setelah terjadi penambahan agregat 154,1 ton pada bulan Juni dan Juli.
Sementara itu, pasar memperkirakan penurunan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin dalam pertemuan keputusan kebijakan Federal Reserve berikutnya, yang dijadwalkan 17-18 September mendatang. Suku bunga yang rendah cenderung mendukung emas dengan mengurangi nilai dari imbal hasil obligasi, yang bersaing demi modal investor yang menghindar dari aset beresiko.
Bank-bank sentral dalam kelompok 37 negara berkembang menunjukkan 14 pemangkasan suku bunga bersih bulan lalu, yang merupakan jumlah tertinggi sejak langkah-langkah stimulus diambil usai menjalani krisis keuangan 2008, Reuters melaporkan.
Tetapi beberapa analis mengatakan emas bisa mengalami konsolidasi dalam waktu dekat.
"Mempertimbangkan bahwa penentuan posisi agresif kini cenderung beli, risiko peristiwa yang lebih kecil bisa melihat emas berkonsolidasi menjelang ragam pertemuan dari bank sentral dunia pada bulan September, meskipun kilau emas masih menarik," analis di TD Securities mengungkapkan.
PT BEST PROFIT FUTURES
sumber : Investing


No comments:
Post a Comment