Bestprofit (19/02) - Bursa Asia dan bursa berjangka AS beranjak naik pada Rabu pagi karena investor mencoba untuk menghilangkan kekhawatiran wabah virus covid-19 setelah adanya pengurangan jumlah kasus baru pada hari Selasa.
Indeks MSCI untuk bursa Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,01%. Bursa Australia naik 0,14%, sedangkan indeks Nikkei 225Jepang naik 0,61%.
Cina, ekonomi terbesar kedua di dunia, masih berjuang agar sektor pabrikannya kembali beroperasi normal setelah memberlakukan pembatasan perjalanan yang ketat untuk menahan virus yang muncul di provinsi Hubei pada bulan Desember 2019.
Banyak investor melihat data terkait virus di Cina, yang dijuluki Covid-19, dengan banyak skeptisisme, tetapi ada harapan pemerintah akan memberikan lebih banyak stimulus untuk mendukung ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Bursa berjangka AS naik 0,24% di Asia pada hari Rabu. S&P 500 turun 0,29% pada hari Selasa setelah Apple Inc (NASDAQ:AAPL) mengatakan target penjualannya tidak tercapai karena virus di Cina menekan rantai pasokannya.
Cina Daratan mengumumkan 1.749 kasus baru korban terinfeksi yang dikonfirmasi pada hari Selasa, ungkap Komisi Kesehatan Nasional, turun dari 1.886 kasus sehari sebelumnya dan terendah sejak 29 Januari.
Banyak investor tetap khawatir tentang standar pelaporan yang diterapkan pemerintah Cina untuk virus. Selain itu, virus Covid-19 ini sudah menyebar ke 24 negara lain.
Bank Rakyat Cina memangkas suku bunga pinjaman jangka menengah pada hari Senin, yang diharapkan akan membuka jalan bagi pengurangan suku bunga pinjaman utama negara itu pada hari Kamis, karena pembuat kebijakan mencoba untuk meredakan ketegangan keuangan yang disebabkan wabah virus.


No comments:
Post a Comment