Bestprofit - Rupiah Fluktuatif, Dolar AS Naik Pasca Pernyataan Fed soal Ekonomi Terdampak Virus | PT Best Profit Futures Pontianak
Rupiah bergerak stabil di level 14.440,0 per dolar AS menurut data Investing.com hingga pukul 11.30 WIB. Posisi ini membuat rupiah hanya naik tipis 0,01% dibanding penutupan Selasa (7/7) di Rp 14.440 per dolar AS mengutip laporan Kontan Rabu (08/07). Padahal di awal perdagangan hari ini, rupiah sempat unggul hingga 0,31% saat dibuka di level Rp 14.395 per dolar AS.
Hingga saat ini, pergerakan mata uang di kawasan pun cenderung beragam. Dolar Taiwan masih menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah menguat 0,19% atas the greenback. Bergerak di bawahnya adalah won Korea yang berhasil naik 0,10% dan peso Filipina yang naik 0,09%.
Pun, baht Thailand masih betah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di hari ini. Baht turun 0,11% atas dolar AS. Menyusul, yen Jepang yang melemah 0,08% dan yuan China yang koreksi 0,07%. Ringgit Malaysia pun ikut terdepresiasi 0,02%. Sedangkan dolar Singapura dan dolar Hong Kong bergerak stabil.
Sementara itu, dolar AS beranjak naik pada Rabu (08/07) pagi di Asia dengan investor kini berpaling ke aset safe haven dipicu meningkatnya jumlah kasus covid-19.
Sentimen investor semakin berkurang di tengah peringatan dari beberapa pejabat Federal Reserve AS bahwa meningkatnya jumlah kasus virus ini dapat membahayakan pemulihan ekonomi dan malah beberapa program stimulus dari bank sentral akan segera berakhir.
Indeks dolar AS sedikit menguat 0,06% ke 96,898 menurut data Investing.com pukul 11.52 WIB dan USD/JPY naik tipis 0,01% di 107,52.
Pasangan AUD/USD melemah 0,12% di 0,6938 pukul 11.54 WIB setelah Melbourne, kota terbesar kedua di negara itu memberlakukan kembali tindakan pembatasan untuk mengendalikan penyebaran wabah covid-19.
Pasangan GBP/USD naik 0,13% ke 1,2556 didorong oleh komitmen Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa.
Bestprofit (08/07) - Rupiah USD/IDR fluktuatif terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (08/07) pagi. Sempat menguat di pembukaan pasar, akhirnya mata uang Indonesia ini stagnan jelang siang hari ini dan dolar AS naik tipis setelah Fed menyatakan kekhawatirannya terkait kenaikan kasus covid-19 terhadap perekonomian AS.
Rupiah bergerak stabil di level 14.440,0 per dolar AS menurut data Investing.com hingga pukul 11.30 WIB. Posisi ini membuat rupiah hanya naik tipis 0,01% dibanding penutupan Selasa (7/7) di Rp 14.440 per dolar AS mengutip laporan Kontan Rabu (08/07). Padahal di awal perdagangan hari ini, rupiah sempat unggul hingga 0,31% saat dibuka di level Rp 14.395 per dolar AS.
Hingga saat ini, pergerakan mata uang di kawasan pun cenderung beragam. Dolar Taiwan masih menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah menguat 0,19% atas the greenback. Bergerak di bawahnya adalah won Korea yang berhasil naik 0,10% dan peso Filipina yang naik 0,09%.
Pun, baht Thailand masih betah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di hari ini. Baht turun 0,11% atas dolar AS. Menyusul, yen Jepang yang melemah 0,08% dan yuan China yang koreksi 0,07%. Ringgit Malaysia pun ikut terdepresiasi 0,02%. Sedangkan dolar Singapura dan dolar Hong Kong bergerak stabil.
Sementara itu, dolar AS beranjak naik pada Rabu (08/07) pagi di Asia dengan investor kini berpaling ke aset safe haven dipicu meningkatnya jumlah kasus covid-19.
Sentimen investor semakin berkurang di tengah peringatan dari beberapa pejabat Federal Reserve AS bahwa meningkatnya jumlah kasus virus ini dapat membahayakan pemulihan ekonomi dan malah beberapa program stimulus dari bank sentral akan segera berakhir.
Indeks dolar AS sedikit menguat 0,06% ke 96,898 menurut data Investing.com pukul 11.52 WIB dan USD/JPY naik tipis 0,01% di 107,52.
Pasangan AUD/USD melemah 0,12% di 0,6938 pukul 11.54 WIB setelah Melbourne, kota terbesar kedua di negara itu memberlakukan kembali tindakan pembatasan untuk mengendalikan penyebaran wabah covid-19.
Pasangan GBP/USD naik 0,13% ke 1,2556 didorong oleh komitmen Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa.


No comments:
Post a Comment