Bestprofit - Mayoritas Bursa Asia & Wall Street Menguat Pasca Uji Stres Bank-Bank di AS | PT Best Profit Futures Pontianak
Pergerakan positif bursa Asia sejalan dengan tren indeks utama di Wall Street setelah dilonggarkannya peraturan bank-bank di Amerika Serikat menurut laporan Reuters Jumat (26/06) pagi.
Bank sentral AS, the Fed, melonggarkan batas modal untuk perbankan setelah bank-bank menjalani serangkaian uji stres (stress test) untuk menilai ketahanan sektor perbankan dari krisis. Tindakan pelonggaran itu mengungkap adanya kerentanan di sektor ini sehingga Fed perlu mengambil langkah ini.
The Fed pada hari Kamis mengatakan akan membatasi pembayaran dividen bank-bank besar dan menghentikan pembelian kembali (buyback) saham hingga setidaknya di kuartal keempat. Dalam uji stress, ditemukan bahwa bank-bank n menghadapi kerugian modal (capital loss) yang signifikan ketika diuji terhadap penurunan ekonomi akibat pandemi covid-19.
Pada pukul 09.46 WIB, indeks Nikkei 225 menguat 0,92% ke 22.465,00 dan KOSPI di Korea Selatan naik 0,75% di 2.128,28 mengutip data Investing.com.
Jakarta Stock Exchange Composite melemah 0,12% di 4.891,05 dan indeks Hang Seng turun 0,38% di 24.688,00 pukul 09.48 WIB. Bursa Cina masih ditutup libur.
Sementara itu, indeks utama di Wall Street berakhir di zona hijau pada Kamis (26/06) setempat dan saham-saham sektor perbankan melonjak jelang pengumuman hasil uji stres (stress test) tahunan dan ini sedikit membantu mengurangi kegelisahan investor atas kenaikan kasus baru covid-19.
Pada penutupan Kamis (26/06), Dow Jones Industrial Average menguat 1,18% ke 25,745.60, S&P 500 naik 1,10% di 3,083.76 dan NASDAQ Composite menguat 1,09% ke 10,017.00.
Kenaikan bursa di AS ini terjadi setelah regulator perbankan AS melonggarkan aturan dan investor menunggu hasil uji stres tahunan sektor tersebut yang membantu menentukan kebijakan dividen.
Tetapi investor tetap gelisah sepanjang hari karena jumlah kasus baru virus di negara-negara bagian AS terus bertambah, terutama di Barat dan Selatan.
Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan ia menghentikan pembukaan bertahap ekonomi di negara bagiannya sebagai tanggapan atas lonjakan kasus infeksi virus dan meningkatnya jumlah pasien rawat inap di rumah sakit.
Bestprofit (26/06) - Bursa saham Asia bergerak menguat pada Jumat (26/06) pagi. Ini dipicu optimisme sentimen global di tengah peningkatan volatilitas pasar dan meningkatnya jumlah kasus infeksi covid-19.
Pergerakan positif bursa Asia sejalan dengan tren indeks utama di Wall Street setelah dilonggarkannya peraturan bank-bank di Amerika Serikat menurut laporan Reuters Jumat (26/06) pagi.
Bank sentral AS, the Fed, melonggarkan batas modal untuk perbankan setelah bank-bank menjalani serangkaian uji stres (stress test) untuk menilai ketahanan sektor perbankan dari krisis. Tindakan pelonggaran itu mengungkap adanya kerentanan di sektor ini sehingga Fed perlu mengambil langkah ini.
The Fed pada hari Kamis mengatakan akan membatasi pembayaran dividen bank-bank besar dan menghentikan pembelian kembali (buyback) saham hingga setidaknya di kuartal keempat. Dalam uji stress, ditemukan bahwa bank-bank n menghadapi kerugian modal (capital loss) yang signifikan ketika diuji terhadap penurunan ekonomi akibat pandemi covid-19.
Pada pukul 09.46 WIB, indeks Nikkei 225 menguat 0,92% ke 22.465,00 dan KOSPI di Korea Selatan naik 0,75% di 2.128,28 mengutip data Investing.com.
Jakarta Stock Exchange Composite melemah 0,12% di 4.891,05 dan indeks Hang Seng turun 0,38% di 24.688,00 pukul 09.48 WIB. Bursa Cina masih ditutup libur.
Sementara itu, indeks utama di Wall Street berakhir di zona hijau pada Kamis (26/06) setempat dan saham-saham sektor perbankan melonjak jelang pengumuman hasil uji stres (stress test) tahunan dan ini sedikit membantu mengurangi kegelisahan investor atas kenaikan kasus baru covid-19.
Pada penutupan Kamis (26/06), Dow Jones Industrial Average menguat 1,18% ke 25,745.60, S&P 500 naik 1,10% di 3,083.76 dan NASDAQ Composite menguat 1,09% ke 10,017.00.
Kenaikan bursa di AS ini terjadi setelah regulator perbankan AS melonggarkan aturan dan investor menunggu hasil uji stres tahunan sektor tersebut yang membantu menentukan kebijakan dividen.
Tetapi investor tetap gelisah sepanjang hari karena jumlah kasus baru virus di negara-negara bagian AS terus bertambah, terutama di Barat dan Selatan.
Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan ia menghentikan pembukaan bertahap ekonomi di negara bagiannya sebagai tanggapan atas lonjakan kasus infeksi virus dan meningkatnya jumlah pasien rawat inap di rumah sakit.


No comments:
Post a Comment