Thursday, 4 June 2020

Bestprofit - Sesi I Kamis Pagi IHSG Menguat, Bursa Asia Beragam

Bestprofit - Sesi I Kamis Pagi IHSG Menguat, Bursa Asia Beragam |  PT Best Profit Futures Pontianak

Bestprofit (04/06) - Indeks Harga Saham Gabungan (Jakarta Stock Exchange Composite) berakhir di zona hijau pada penutupan perdagangan sesi I Kamis (04/06) pagi. Kenaikan bursa domestik ini terjadi di tengah beragamnya pergerakan bursa saham Asia setelah OJK menilai situasi pasar modal domestik saat ini mulai kondusif setelah sempat tertekan akibat dampak covid-19.

Mengutip data Investing.com hingga pukul 11.30 WIB, IHSG ditutup menguat 0,85% atau 42,18 poin di 4.983,19. Sepanjang pagi ini, indeks bergerak di kisaran 4.941,06 - 5.014,76.

Bursa saham di kawasan Asia pada perdagangan hari ini (4/6/2020) terpantau bervariatif seperti dilansir CNBC Indonesia Kamis (04/06). Penurunan di beberapa bursa Asia diindikasikan karena adanya aksi profit taking oleh para investor setelah kenaikan tajam di bursa Benua Kuning selama sepekan terakhir.

Di Korea Selatan indeks Kospi berhasil menanjak sebesar 0,32% setelah Bank of Korea merilis data neraca perdagangan yang minus 3,12 juta won pada bulan April, pada bulan Mei sendiri neraca perdagangan Korea Selatan berhasil surplus 5,96 juta won.

Sedangkan di Jepang, Indeks Nikkei berhasil terbang 0,08% setelah terjadinya pembelian investor asing sebesar di 499 miliar yen di pasar obligasi dan 38 miliar yen di pasar saham melalui data yang dirilis oleh Menteri Keuangan Jepang.

Di negara lain di Asia seperti tetangga Indonesia Singapura, indeks STI turun 0,06%, di China Indeks SSE terkoreksi 0,23%, dan di Hong Kong indeks Hang Seng anjlok 0,22%. Sementara itu dari dalam negeri Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau terbang 0,80% di level 4.980,75 dan berhasil menjadi juara diantara bursa-bursa di kawasan Benua Kuning.

Sementara tambah laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai situasi pasar modal domestik saat ini mulai kondusif setelah sempat tertekan dalam sampai membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) drop ke level 4.500 karena terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kinerja pasar saham yang positif tersebut merupakan dampak dari relaksasi kebijakan di pasar modal.

Wimboh bercerita, pasar saham Indonesia mengalami tekanan hebat pada Maret saat virus Covid-19 mulai menjadi wabah. IHSG anjlok dari level 6.000 hingga ke level 4.500.

OJK lalu mengeluarkan berbagai kebijakan untuk meredam koreksi IHSG agar tidak turun drastis. Kebijakan itu antara lain, perubahan batasan auto rejection atau batas maksimal penurunan dan penguatan harga saham dalam sehari yang ditolak sistem perdagangan.

OJK juga memperkenankan emiten melakukan buyback (beli kembali) saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). OJK juga mengeluarkan stimulus dengan melonggarkan ketentuan kolektabilitas kredit.

Kabar emiten IPO Kamis ini datang dari Bursa Efek Indonesia. PT Indosterling Technomedia resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/6) melalui proses penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) seperti dilaporkan Kontan Kamis (04/06).

Pada perdagangan perdana, saham TECH melesat naik 35% ke level Rp 216. Dus saham TECH terkena auto reject atas (ARA).

Indosterling Technomedia menawarkan 251,3 juta saham atau sebanyak-banyaknya 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga pencatatan perdana sebesar Rp 160. Dus dari IPO ini, emiten berkode saham TECH meraup dana segar, setelah dikurangi biaya-biaya emisi adalah sekitar Rp 35 miliar.

Dana tersebut akan dipergunakan sebagai modal kerja Indosterling Technomedia dan entitas anak. Sebesar 58% akan dialokasikan ke PT Technomedia Sarana Semesta, entitas anak di bidang usaha berupa IT consulting and platform development. Sekitar 22% akan dialokasikan ke TECH dan 20% akan dialokasikan ke entitas anak yang bergerak di bidang penyediaan solusi teknologi yang terintegrasi khususnya di industri food & beverage yaitu PT Technomedia Multi Sejahtera.

Saham top gainer pagi ini dipimpin Asuransi Bintang Tbk (ASBI) naik 23,57%, Garuda Metalindo Tbk PT (JK:BOLT) naik 20,30% dan Asuransi Ramayana (JK:RALS) Tbk (ASRM) naik 17,80%. Adapun saham top loser yaitu Bank Woori Saudara Indonesia 1906 (JK:SDRA) turun 6,90%, Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) turun 6,90% dan Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) turun 6,90%.

Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures


PT BEST PROFIT FUTURES

sumber : Investing

No comments:

Post a Comment

Best Profit - Yen Menguat Bitcoin Jatuh, Kemelut Ukraina Bikin Trader Gelisah

  BEST PROFIT -   Yen Menguat Bitcoin Jatuh, Kemelut Ukraina Bikin Trader Gelisah  |   PT BEST PROFIT FUTURES PONTIANAK Bestprofit (18/02) -...