
Bestprofit - Beijing Kemungkinan Tidak Menyetujui Kesepakatan TikTok dengan Oracle | PT Bestprofit Futures Pontianak
Bestprofit (22/09) - Kesepakatan perusahaan teknologi asal Cina ByteDance dengan Oracle (NYSE:ORCL) Corp dan Walmart Inc soal masa depan aplikasi streaming videonya, TikTok, kemungkinan tidak akan mendapat persetujuan pemerintah Cina, rilis tulisan Global Times pada halaman editorialnya.
Menurut laporan Reuters Selasa (22/09) pagi, ByteDance mengatakan akan menjadikan TikTok Global anak perusahaan di AS, yang sebagian kepemilikannya bakal dimiliki Oracle dan Walmart. Perusahaan juga mengatakan bahwa dewan TikTok Global mayoritas akan dikuasai Amerika Serikat untuk menenangkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang telah berencana melarang TikTok di AS demi alasan keamanan.
Penulis yang mengirim editorial tersebut keberatan dengan persyaratan empat dari lima kursi dewan TikTok Global ditempati oleh warga Amerika dan hanya satu yang disediakan untuk warga negara Cina, serta dimasukkannya "direktur keamanan nasional" yang disetujui oleh AS.
Ia juga menolak persyaratan ByteDance harus mengungkapkan kode sumber TikTok kepada Oracle sebagai bagian dari pembelian saham yang terakhir dan juga pengelolaan TikTok yang terpisah dari Douyin.
“Karena TikTok dan Douyin harusnya memiliki kode sumber yang sama, ini berarti AS dapat mengetahui operasi Douyin,” lanjut editorial tersebut.
Selama akhir pekan, ByteDance dan Oracle mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan yang akan memenuhi seruan Trump agar TikTok dijual kepada pembeli asal Amerika atau akan ditutup di Amerika Serikat.
ByteDance mengatakan TikTok Global akan menjadi anak perusahaannya yang kepemilikan akan dikuasai 80%.
PT BEST PROFIT FUTURES

No comments:
Post a Comment