Friday, 25 September 2020

Bestprofit - Covid-19 Makin Dorong Penurunan Premi Industri Asuransi

 


Bestprofit - Covid-19 Makin Dorong Penurunan Premi Industri Asuransi PT Bestprofit Futures Pontianak

Bestprofit (25/09) - Kinerja industri asuransi baik jiwa, umum, maupun reasuransi masih terdampak pandemi covid-19, hal itu tercermin dari raihan premi industri asuransi pada Agustus 2020 yang tercatat Rp176,32 triliun, turun 6,45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp187,70 triliun.

Berdasarkan data statistik OJK, untuk asuransi jiwa, premi turun dari Rp120,84 pada Agustus 2019 menjadi Rp109,60 triliun sampai Agustus 2020. Kemudian untuk asuransi umum, premi berkurang dari Rp51,68 triliun menjadi Rp49,29 triliun. Namun, premi reasuransi naik dari Rp15,17 triliun menjadi Rp17,42 triliun.

Pengawas Eksekutif OJK Rianto, menilai penurunan itu bisa jadi karena terdampak covid-19 yang diungkapkan dalam webinar yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Kamis (24/09).

Penurunan tidak hanya terjadi pada premi, tapi juga aset industri asuransi yang sebesar 1,04% dari Rp720,84 triliun pada Agustus 2019 menjadi Rp713,29 pada Agustus 2020, yang dipicu merosotnya kinerja investasi.

"Ini bisa disebabkan beberapa faktor, utamanya investasi yang memang cenderung turun karena instrumen investasi di pasar modal sebagian besar turun," katanya.

Sementara untuk industri reasuransi, pertumbuhan klaim jauh lebih tinggi hampir tiga kali lipat dibandingkan pertumbuhan premi.

Berdasarkan data industri asuransi terjadi lonjakan klaim sebesar 73,4% dari Rp2,52 triliun pada kuartal II 2019 menjadi Rp4,37 triliun pada kuartal II 2020.

Sementara Direktur PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Didit Mehta Pariadi menjelaskan bahwa pandemi Covid-19, yang merupakan masalah kesehatan, tidak secara langsung memukul industri asuransi kerugian. Namun, perlambatan aktivitas ekonomi membuat penjualan asuransi umum mengalami penurunan.

Meskipun tidak terdapat risiko baru seperti halnya yang terjadi di industri asuransi jiwa, industri asuransi umum turut mengalami kontraksi karena dua lini bisnis utamanya sangat terhambat, yakni asuransi properti dan kendaraan bermotor.

Didit menilai sejumlah lini bisnis asuransi memiliki potensi melemah selama masa pandemi, seperti asuransi pariwisata atau perjalanan, penerbangan, kendaraan bermotor, konstruksi dan infrastruktur, migas, serta keuangan yang di antaranya meliputi asuransi kredit dan penjaminan.

Sementara sejumlah lini bisnis justru berpotensi menguat saat pandemi, seperti asuransi agribisnis, telekomunikasi, e-commerce, serta pengangkutan untuk produk-produk farmasi dan alat kesehatan.

Menurut Didit, dalam kondisi seperti saat ini perusahaan-perusahaan asuransi perlu memetakan kekuatannya sendiri, potensi kompetitor, dan kontestasi industri.

Saat ini terdapat 147 perusahaan asuransi di Indonesia. Mayoritas adalah perusahaan asuransi umum sebanyak 78 perusahaan, asuransi jiwa 60 perusahaan, dan reasuransi 7 perusahaan.


Dapatkan informasi terbaru di PT Bestprofit Futures


PT BEST PROFIT FUTURES

sumber : Investing

No comments:

Post a Comment

Best Profit - Yen Menguat Bitcoin Jatuh, Kemelut Ukraina Bikin Trader Gelisah

  BEST PROFIT -   Yen Menguat Bitcoin Jatuh, Kemelut Ukraina Bikin Trader Gelisah  |   PT BEST PROFIT FUTURES PONTIANAK Bestprofit (18/02) -...